Mey hitam kelam

June 2nd, 2007 by sibugil

mey ‘98 hanya sepenggal waktu

ketika berjuta kelelawar hitam mengusai langit

beberapa kota di negeri ini

sehingga manusia berpikir

sang Khalik tak peduli lagi

dan manusia tak perlu mawas diri

melampiaskan putus asanya

sekarang kita tahu

bahwa dibalik awan kalelawar

langit tetap biru

sang Khalik tak pernah tak peduli

setiap bulan Mey datang

kembali mengucurkan darah

luka di atas luka

jangan membuat luka lagi

itulah bijaksana

Menatap langit meledakan tanya

jangan lupa berdiam diri

karena tanya

memantul lalu menyusup nurani

kala itu terjadi

jawablah dalam laku

Mey kelabu kata orang

Mey gelap gulita kataku

karena pada bulan Mey itulah

aku tahu hidup ini anugrah

karena pada saat itu

aku benar-benar mengerti

hidup dan mati

bukan manusia tuannya

Mey hitam kelam

ku kan cerita pada generasi selanjutnya bahwa,

ketika manusia merasa sang Khalik tak peduli lagi

saat itulah manusia kehilangan jati diri

berusaha menjadi sang Khalik

sang jahanam manusia kan jadi

Mey hitam kelam

adalah hari-hari ketika

sang Khalik konfirmasikan KhalikNya

luka di atas luka

yang terluka yang melukai

siapa yang lebih susah?

yang terluka kehilangan

mencoba mengumpulkan

mencoba melupakan

mencoba tuk tertawa

yang melukai menanggung beban

mencoba melepaskan

mencoba melupakan

mencoba tuk menangis

Mey hitam kelam

yang terluka mungkin tak tersembuhkan

yang menanggung beban mungkin tak terlepaskan

tapi bumi tetap berputar pada porosnya

mari mengingat Mey hitam

agar tak ada lagi Mey kelam

di kemudian hari